Riset Medis Tentang Mengkudu
Riset
medis tentang Mengkudu dimulai setidaknya pada tahun 1950, ketika jurnal
ilmiah Pacific Science melaporkan bahwa buah Mengkudu menunjukkan
sifat anti bakteri terhadap M. pyrogenes, P. Aeruginosa, dan bahkan
E. coli yang mematikan itu.
Studi dan penelitian tentang Mengkudu terus dilakukan oleh berbagai
lembaga penelitian dan universitas. Sejak tahun 1972, Dr. Ralph Heinicke,
ahli biokimia terkenal dari Amerika Serikat mulai melakukan penelitian
tentang alkaloid xeronine yang terdapat pada enzim bromelain
(enzim pada nenas), dan kemudian menemukan bahwa buah Mengkudu juga
mengandung xeronine dan prekursornya (proxeronine) dalam
jumlah besar. Xeronine adalah salah satu zat penting yang mengatur
fungsi dan bentuk protein spesifik sel-sel tubuh manusia.
Tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan bahwa beberapa peneliti dari
Keio University dan The Institute of Biomedical Sciences di Jepang yang
melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman mengklaim bahwa mereka menemukan
zat-zat anti kanker (damnacanthal) yang terkandung dalam Mengkudu.
Lembaga-lembaga penelitian terkemuka di Perancis, Belanda, Jerman,
Irlandia, Jepang, Taiwan, Austria, Kanada, dan bahkan National Academy of
Sciences, sebuah pusat kajian ilmu pengetahuan nasional yang prestisius di
Amerika Serikat telah melakukan berbagai penelitian tentang Mengkudu.
Sementara itu, para peneliti di Universitas Hawaii juga telah melakukan
banyak riset tentang Mengkudu, diantaranya riset tentang aktifitas
anti-tumor dan anti-kanker Morinda citrifolia yang dimuat pada
sebuah jurnal ilmiah (Proc, West Pharmacology Society Journal, vol,37,
1994).
Survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 8000 pengguna sari
buah Mengkudu dengan melibatkan 40 dokter dan praktisi medis lainnya
menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu membantu pemulihan sejumlah penyakit,
antara lain : kanker, penyakit jantung, gangguan pencernaan, diabetes,
stroke, dan sejumlah penyakit lain yang ditunjukkan pada tabel berikut.
| Kondisi |
Jumlah Pasien
|
% tertolong
|
| 1. |
Kanker |
874
|
67
|
| 2. |
Sakit jantung |
1058
|
80
|
| 3. |
Stroke |
983
|
58
|
| 4. |
Diabetes, tipe 1&2 |
2434
|
83
|
| 5. |
Lesu |
7 931
|
91
|
| 6. |
Peningkatan daya seksual |
1545
|
88
|
| 7. |
Penguatan otot |
709
|
71
|
| 8. |
Kegemukan (ohesitas) |
2638
|
72
|
| 9. |
Tekanan darah tinggi |
721
|
87
|
| 10. |
Perokok |
447
|
58
|
| 11. |
Artritis |
673
|
80
|
| 12. |
Nyeri |
3785
|
87
|
| 13. |
Depresi |
781
|
77
|
| 14. |
Alergi |
851
|
85
|
| 15. |
Masalah pencernaan |
1509
|
89
|
| 16. |
Masalal pernapasan |
2727
|
78
|
| 17. |
Sulit tidur |
1148
|
72
|
| 18. |
Lemah konsentrasi |
301
|
89
|
| 19. |
Peningkatan perasaan sehat |
3716
|
79
|
| 20. |
Kestabilan mental |
2538
|
73
|
| 21. |
Sakit ginjal |
2127
|
66
|
| 22. |
Stress |
3273
|
71
|
» Data di atas di sadur dari buku Liquid Island Noni(M. citrifolia ),
The Tropical Fruit with 101 Medical Uses. » % tertolong adalah pasien yang
mengalami peningkatan kesehatan atau merasakan adanya perubahan
dalam tubuh mereka balk secara obyektif maupun subyektif setelah
rnengkonsumsi sari buah Mengkudu.
Melalui riset intensif yang dilakukan oleh para ilmuwan di laboratorium,
Mengkudu menunjukkan keunggulan yang luar biasa.Tanaman ini mengandung
berbagai vitamin, mineral dan enzim, alkaloid, ko-faktor dan sterol
tumbuhan yang terbentuk secara alamiah. Selain itu, daun dan akar Mengkudu
mengandung asam amino utuh yang merupakan sumber protein utama.
Kadar air buah Mengkudu sekitar 52 persen. Beberapa penelitian telah
dilakukan untuk mengetahui elemen apa Baja yang terdapat di dalam Mengkudu.
Studi dan penelitian tersebut telah menunjukkan adanya zat-zat menarik di
dalam sari buah Mengkudu, meskipun belum semuanya teridentifikasi. Baru pada
tahun 1993, seorang peneliti (Helen Sim), dalam tesis masternya yang
berjudul The Isolation and Characterization of A Fluorescent Compound
From The Fruit of Morinda citrifolia: Studies on 5-ht Receptor System
melaporkan adanya zat-zat di dalam buah Mengkudu yang tidak dikenal oleh dia
maupun teman-temannya. Sebagian besar zat-zat tersebut berhubungan dengan
kesehatan dan telah dibuktikan hanya terdapat di dalam buah Mengkudu.
Berikut ini adalah manfaat-manfaat lainnya dari buah Mengkudu yang sudah
terbukti secara ilmiah.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Penyelidikan klinis yang dilakukan oleh Dr. Schechter (Institut
Pengobatan Alami di California) menghasilkan data-data penting tentang
kemampuan sari buah Mengkudu, di antaranya yaitu merangsang produksi sel T
dalam sistem kekebalan tubuh (sel T berperan penting dalam melawan
penyakit); memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama makrofaset
dan
limfosit dari sel darah putih; menunjukkan efek anti bakteri;
mempunyai efek anti rasa sakit/nyeri (analgesik); menghambat pertumbuhan
sel-sel pra kanker/tumor yaitu dengan kemampuannya menormalkan fungsi
sel-sel yang abnormal.
Mona Harrison, MD dari Boston University School of Medicine dan
direktur medis pada D.C. General Hospiial,USA melaporkan bahwa
Mengkudu meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan kelenjar timus, yang
dipercaya bertindak melawan infeksi dan masalah-masalah yang berhubungan
dengan sistem kekebalan tubuh.
Menormalkan Tekanan Darah
Menurut Neil Solomon, MD.PhD, peneliti masalah kesehatan dari Amerika
melaporkan bahwa buah Mengkudu mengandung sejenis fitonutrien,
yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar saluran pembuluh
darah yang mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan jantung tidak perlu
bekerja terlalu keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah menjadi
normal.
Hasil uji coba pada hewan menunjukkan bahwa scopoletin
menurunkan tekanan darah tinggi dan normal menjadi rendah (hipotensi yang
abnormal). Namun demikian, scopoletin yang terdapat dalam buah
Mengkudu dapat berinteraksi sinergis dengan nutraceuticals (makanan
yang berfungsi untuk pengobatan) lain untuk mengatur tekanan darah tinggi
menjadi normal, tetapi tidak menurunkan tekanan darah yang sudah normal.
Tidak pernah ditemukan kasus di mana tekanan darah normal turun hingga
mengakibatkan tekanan darah rendah (hipotensi).
Para ahli dari Universitas Stanford, Universitas Hawaii, University of
California (UCLA), Union College of London, Universitas of Meets di
Perancis yang telah mempelajari Mengkudu setuju bahwa tanaman ini berperan
menurunkan tekanan darah dalam banyak kasus.
Percobaan klinis sederhana yang dilakukan oleh Scott Gerson, MD (dari
Mt. Sinai School of Medicine di New York) menunjukkan bahwa banyak
pemakai Mengkudu melaporkan bahwa tekanan darah mereka menjadi tinggi bila
berhenti minum sari buah Mengkudu, dan kembali normal bila mengkonsumsi sari
buah Mengkudu secara teratur.
Melawan Tumor dan Kanker
Sebuah makalah menarik yang dihadirkan pada pertemuan tahunan
American Association fin. Cancer Research ke-83 di San Diego,
California, tahun 1992 adalah "Aktivitas Anti-tumor Morinda citrifolia
pada Lewis Lung Carcinoma yang Disuntikkan pada Tikus." Dalam
penelitian ini, tikus-tikus percobaan diberi suntikan Lewis Lung
Carcinoma aktif (sejenis kanker). Semua tikus yang tidak mendapatkan
perawatan dengan Mengkudu mati dalam 9-12 hari akibat kanker. Sedangkan
tikus-tikus yang mendapat perawatan dengan Mengkudu mampu bertahan hidup 105
persen hingga 123 persen lebih lama (40 persen dari tikus-tikus percobaan
tersebut hidup hingga 50 hari atau lebih). Studi ini diulangi beberapa kali
dan setiap kali Mengkudu terbukti secara signifikan memperpanjang umur-umur
tikus yang terkena kanker dibanding dengan tikus-tikus yang tidak dirawat
dengan Mengkudu. Singkatnya, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa
Mengkudu dapat menghambat pertumbuhan tumor.
Setahun kemudian jurnal Cancer Letters (vol.3, tahun 1993)
melaporkan penemuan zat anti kanker/damnacanthal dalam ekstrak
Mengkudu yang mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Ada beberapa kasus pasien kanker yang mengkonsumsi sari buah Mengkudu dan
menjadi sembuh, antara lain kasus pasien Dr. Harrison (D.C. General
Hospital), yang menderita kanker hati dan pemhengkakan perut yang disebabkan
oleh cairan yang berlebihan. Selama 7 hari mengkonsumsi sari Mengkudu,
bengkak pada perutnya berkurang secara nyata. Pengujian haru terhadap cairan
perutnya menunjukkan bahwa sel-sel kanker tersebut telah lenyap.
Menurut Dr. Judah Folkman dari Harvard University, Mengkudu bekerja
sinergis dengan mikronutrien lain dalam menghamhat aliran darah
yang menuju ke sel-sel tumor. Mekanismenya hampir sama dengan minyak
squalen (dari hati ikan hiu) yang mengontrol pertumbuhan tumor otak dan
memperpanjang usia tikus eksperimen dengan merusak alat-alat peredaran yang
mensuplai darah menuju ke sel-sel tumor.
Menghilangkan Rasa Sakit
Kemampuan buah Mengkudu sebagai zat analgesik telah dikenal dalam sejarah
pengobatan tradisional, sehingga tanaman ini disebut "painkiller tree" atau
"headache tree". Riset-riset ilmiah telah membuktikan efek menguntungkan
dari Mengkudu untuk mengatasi rasa sakit. Pada tahun 1990, para peneliti
menemukan adanya hubungan yang signifikan antara dosis ekstrak sari buah
Mengkudu dengan aktifitas analgesik tikustikus percobaan (umumnya, semakin
banyak digunakan, efek analgesiknya akan semakin kuat).
Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme kerja Mengkudu
menghilangkan rasa sakit. Salah satunya adalah teori Dr. Ralph Heinicke
(ahli biokimia terkenal dari AS) yang mengatakan bahwa xeronine-lah
yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit. Hal ini dikaitkan dengan
kemampuan
xeronine menormalkan protein pada sel-sel yang abnormal, termasuk
sel-sel jaringan otak, tempat berasalnya rasa sakit.
Beberapa kasus rasa sakit yang kronis seperti sakit kepala terus menerus,
rasa sakit pada otot saraf dan nyeri sendi disembuhkan setelah mengkonsumsi
sari buah Mengkudu.
Anti-peradangan dan Anti-alergi
Senyawa scopoletin (hidroksi-metoksi-kumarin) sangat efektif sebagai zat
anti-radang dan anti-alergi. Literatur-literatur kedokteran melaporkan
keberhasilan pengobatan pada arthritis, bursitis, car-pal tunnel
syndrome dan alergi dengan menggunakan scopoletin.
Bryant Bloss, MD, ahli ortopedi dari Indiana, AS melaporkan keberhasilan
sari buah Mengkudu menyembuhkan sakit punggung yang dialaminya dan juga 15
orang pasiennya. Sementara itu, 8 orang pasiennya melaporkan bahwa sakit
lutut (osteoarthritis) hampir tidak terasa selama mengkonsumsi sari
buah Mengkudu. Tiga dari pasien Dr. Bloss yang menderita asma mengalami
kemajuan dengan semakin berkurangnya batuk. Beberapa pasien yang mengalami
radang sendi juga mulai mengalami kemajuan secara nyata setelah minum sari
buah Mengkudu. Beliau menawarkan sari buah Mengkudu sebagai makanan
tambahan/suplemen, dan bukan sebagai obat kepada para pasiennya.
Anti-bakteri
Hasil penelitian yang dimuat darn jurnal Pacific Science (vo1.4,
tahun 1950) melaporkan bahma Mengkudu mengandung bahan anti bakteri yang
dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jantung masalah pencernaan. Senyawa
antraquinon yang banyak terdapat pada akar Mengkudu ternyata dapat
melawan bakteri Staphylococcus yang menyehabkan infeksi pada
jantung dan bakteri Shigella yang menyebabkan disentri.
Mengkudu bersifat anti bakteri terhadap: Bacillus subtilis,
Escherichicr coli, Proteus morganii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella
montevdleo, Salmonella schotmuelleri, Salmonella typhi, Shigella
dysenteriae, Shigella flexnerii, Shigella paraciysenteriae BH und III-Z,
Staphylococcus aureus.
Dr. Robert Young, ahli mikrobiologi dari Utah, USA menemukan yeast
molds dan jamur beserta racun yang dihasilkannya dapat menyehabkan
sel-sel sakit karena derajat keasamannya (pH) meningkat. Dengan mengkonsumsi
sari buah Mengkudu, keadaan tersebut dapat diatasi karena Mengkudu membantu
mengatur keseimbangan pH tubuh, sehingga meningkatkan kernampuan tubuh
menyerap vitamin-vitamin, mineral dan protein.
Mengatur Siklus Suasana Hati (Mood)
Salah satu kemampuan lain yang dimiliki oleh seopoletin adalah dapat
mengikat serotonin. Menurut Dr. Harrison (DC.General Hospital, USA)
scopoletin dapat meningkatkan kegiatan kelenjar peneal
yang terdapat di dalam otak, yang merupakan tempat dimana serotonin
diproduksi dan kemudian digunakan untuk menghasilkan hormon melatonin.
Serotonin adalah salah satu zat penting di dalam butiran darah (trombosit)
manusia yang melapisi saluran pencernaan dan otak.
Di dalarn otak, serotonin berperan sebagai neutrotrcrnsmitter,
penghantar sinyal saran dan prekursor hormon melatonin. Serotonin
dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti
tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas dan
siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual. Kekurangan
serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing,
depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer.
Mengatur Siklus Energi Tubuh
Dr. Harrison juga melaporkan bahwa perubahan frekuensi energi tubuh juga
disebabkan oleh kegiatan positif sari buah Mengkudu. Efek yang ditimbulkan
antara lain; dapat menstabilkan gula darah, mengurangi rasa sakit waktu
menstruasi, mengurangi keinginan buang air kecil pada malam hari untuk pria
yang mengalami pembengkakan prostat.
Menurut Dr. Heinicke (ahli biokimia dari AS), xeronine juga
turut berperan dalam proses siklus energi tubuh. Ia menjelaskan mekanismenya
sebagai berikut, xeronine akan diserap pada tempat yang berdekatan
dengan tempat penyerapan endorphin dan bertindak sebagai prekursor
hormon (co-hormone) untuk mengaktifkan protein reseptor yang
memberikan perasaan enak/nyaman. Akibatnya orang akan merasa enak dan
memiliki banyak energi setelah mengkonsumsi sari buah Mengkudu.
Khasiat Utama
Riset tentang Mengkudu terus berkembang, baik dilakukan oleh para dokter
maupun ahli botani dan ahli biokimia. Penelitian difokuskan pada
komponenkomponen/susunan kimia yang dikandung Mengkudu dan efek
terapetiknya terhadap berbagai macam penyakit.
Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa sari buah Mengkudu dapat
merangsang sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sel dan regenerasi
sel-sel jaringan tubuh yang rusak. Fakta yang menunjukkan bahwa Mengkudu
dapat mengatur sel-sel pada tingkat dasar dan kritis itu mungkin dapat
menjelaskan mengapa Mengkudu dapat digunakan untuk berbagai macam kondisi
kesehatan.
Para dokter di Amerika sudah memberikan banyak laporan tentang
keberhasilan penggunaan sari buah Mengkudu terhadap pasien-pasiennya. Dr.
Richard Dicks (dari New Jersey, USA) mengatakan, "kami mulai menyadari bahwa
kita harus kembali pada hal yang mendasar dari tubuh kita. Apa yang dimaksud
dengan metabolisme dalam tubuh adalah membakar nutrisi. Sari buah Mengkudu
melindungi tubuh kita dengan memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh."
Khasiat-khasiat Tambahan
Mengkudu memiliki khasiat-khasiat lain yang belum dibuktikan secara
medis, namun secara empiris telah banyak orang yang mengalami perbaikan dan
peningkatan kesehatan setelah mengkonsumsi sari buahnya. Beberapa problem
kesehatan yang dapat diatasi dengan menggunakan Mengkudu:
- Sistem pencernaan: Perut kembung, luka pada usus halus, radang
lambung, muntah-muntah dan keracunan makanan.
- Sistem pernapasan: Batuk,bronchitis, sakit tenggorokan, TBC, kolera,
demam pada bayi, sinusitis, asma.
- Sistem kardiovaskular: Kolesterol tinggi, penebalan otot jantung,
meningkatkan transportasi oksigen di dalam sel.
- Penyakit kulit: Luka bakar, luka, kudis, bisul, selulit, cacing kulit,
ketombe, kurap, dan radang pada kulit, borok pada kulit, dan
masalah-masalah pada kulit lainnya.
- Mulut dan tenggorokan: Radang tenggorokan, gusi berdarah, batuk,
sariawan, sakit gigi.
- Gangguan menstruasi: Sindrom pramenstruasi, siklus haid yang tidak
teratur, nyeri pada waktu haid.
- Awet muda: Sari buah Mengkudu dapat digunakan sebagai tonik untuk
mengatasi keriput akibat proses penuaan.
- Penyakit-penyakit dalam tubuh: Diabetis, hepatitis kronis, sakit
pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, ganguan
pada hormon tiroid.
- Defisiensi daya tahan tubuh: Penyakit virus Epstein-Barr,
candidiasis kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga
(AES=altered energy syndrome).
Mengapa satu jenis tumbuhan dapat menyembuhkan begitu banyak jenis
penyakit?
Riset ilmiah menunjukkan bahwa konstituen-konstituen di dalam buah
Mengkudu memiliki khasiat untuk merangsang respon pembentukan kekebalan
tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel rusak dan
menghambat pertumbuhan tumor. Fitokimia (zat-zat kimia alami yang terdapat
pada tumbuh-tumbuhan) memiliki khasiat untuk pencegahan penyakit dan kaya
akan kandungan antioksidan. Mengkudu memiliki spektrum fitokimia yang sangat
luas, beberapa diantaranya hanya terdapat di dalam Mengkudu.
Fitokimia-fitokimia tersebut bersinergi satu dengan yang lain untuk
menghasilkan khasiat penyembuhan yang mengagumkan.
Dr. Joseph Betz, peneliti kimia dari FDA (Food and Drug Association)
divisi Natural Products Center For Good Safety and Applied Nutrition
di Amerika mengatakan bahwa beberapa percobaan telah menunjukkan bahwa sari
buah Mengkudu dapat menenangkan pergerakan otot dan mempunyai efek anti
alergi.
Pada tahun 1992, Dr. Isabella Abbott, profesor botani dari Universitas
Hawaii mengatakan bahwa Mengkudu semakin banyak digunakan orang untuk
mengatasi diabetes, kanker, tekanan darah tinggi dan banyak penyakit lainnya.
(Sumber: Buku Sehat Dengan Mengkudu, Penulis
Maria Goreti Waha, STP)
Zat Anti-bakteri
Acubin, L. asperuloside, alizarin dan beberapa zat
antraquinon telah terbukti sebagai zat anti bakteri.
Zat-zat yang terdapat di dalam buah mengkudu telah terbukti
menunjukkan kekuatan melawan golongan bakteri infeksi:
Pseudonzonas aeruginosa, Proteus morganii, Staphylococcus
aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli.
Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa kegiatan zat anti-bakteri
dalam buah mengkudu dapat mengontrol dua golongan bakteri
yang mematikan (pathogen), yaitu: Salmonella dan
Shigella. Penemuan zat-zat anti bakteri dalam sari
buah mengkudu mendukung kegunaannya untuk merawat penyakit
infeksi kulit, pilek, demam dan berbagai masalah kesehatan
yang disebabkan oleh bakteri.
Asam
Asam askorbat yang ada di dalam buah mengkudu adalah sumber
vitamin C yang luar biasa. Vitamin C merupakan salah satu
antioksidan yang hebat. Antioksidan bermanfaat untuk
menetralisir radikal bebas (partikel-partikel berbahaya yang
terbentuk sebagai basil samping proses metabolisme, yang
dapat merusak materi genetik dan merusak sistem kekebalan
tubuh). Asam kaproat, asam kaprilat dan asam
kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam
kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam pada
buah mengkudu.
Nutrisi
Secara keseluruhan mengkudu merupakan bahan makanan yang
bergizi lengkap. Sebagian besar adat budaya Polinesia masa
lampau maupun sekarang, menggunakan buah mengkudu sebagai
makanan utama. Penduduk asli kepulauan Pasifik Selatan
mengkonsumsi buah mengkudu untuk dapat bertahan hidup pada
waktu kelaparan. Demikian pula, para prajurit yang menetap
di kepulauan Polinesia selama perang dunia II dianjurkan
untuk mengkonsumsi buah mengkudu untuk menambah kekuatan dan
tenaga.
Zat-zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh
antara lain: karbohidrat, protein, vitamin, dan
mineral-mineral esensial juga tersedia dalam buah maupun
daun mengkudu. Selenium adalah salah satu contoh mineral
yang banyak terdapat pada mengkudu dan merupakan antioksidan
yang hebat.
Scopoletin
Pada tahun 1993, peneliti universitas Hawaii berhasil
memisahkan zat-zat scopoletin dari buah mengkudu. Zat-zat
scopoletin ini mempunyai khasiat pengobatan, dan
sebagai tambahan para ahli percaya bahwa scopoletin
adalah salah satu di antara zat-zat yang terdapat dalam buah
mengkudu yang dapat mengikat serotonin, salah satu
zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia.
Scopoletin berfungsi memperlebar saluran
pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan
peredaran darah. Selain itu scopoletin juga telah
terbukti dapat membunuh beberapa tipe bakteri, bersifat
fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium, sp dan
juga bersifat anti-peradangan dan anti-alergi.
Zat Anti-kanker (Damnacanthal)
Beberapa penelitian terbaru tentang mengkudu dilakukan untuk
mengetahui kandungan zat-zat antikanker (damnacanthal
). Empat ilmuwan Jepang berhasil menemukan zat anti kanker
pada ekstrak mengkudu ketika mereka sedang mencari zat-zat
yang dapat merangsang pertumbuhan struktur normal dari
selsel abnormal K-ras-NRK (sel pra kanker) pada 500 jenis
ekstrak tumbuhan, Ternyata zat anti kanker pada mengkudu
paling efektif melawan sel-sel abnormal.
Xeronine dan Proxeronine
Salah satu alkaloid penting yang terdapat dalam
buah mengkudu adalah xeronine. Xeronine dihasilkan
juga oleh tubuh manusia dalam jumlah terbatas yang berfungsi
untuk mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur fungsi protein
di dalam sel.
Xeronine ditemukan pertama kali oleh Dr.
Ralph Heinicke (ahli biokimia). Walaupun buah mengkudu hanya
mengandung sedikit xeronine, tetapi mengandung
bahan-bahan pembentuk (prekursor) xeronine, yaitu
proxeronine dalam jumlah besar.
Proxeronine adalah sejenis asam koloid
yang tidak mengandung gula, asam amino atau asam nukleat
seperti koloid-koloid lainnya dengan bobot molekul relatif
besar, lebih dari 16,000. Apabila kita mengkonsumsi
proxeronine maka kadar xeronine di dalam tubuh
akan meningkat. Di dalam tubuh manusia (usus) enzim
proxeronase dan zat-zat lain akan mengubah
proxeronine menjadi xeronine. Fungsi utama
xeronine adalah mengatur bentuk dan rigiditas
(kekerasan) protein-protein spesifik yang terdapat di dalam
sel. Hal ini penting mengingat bila protein-protein tersebut
berfungsi abnormal maka tubuh kita akan mengalami gangguan
kesehatan.
Secara keseluruhan mengkudu merupakan bahan makanan yang
bergizi lengkap. Sebagian besar adat budaya Polinesia masa
lampau maupun sekarang, menggunakan buah mengkudu sebagai
makanan utama. Penduduk asli kepulauan Pasifik Selatan
mengkonsumsi buah mengkudu untuk dapat bertahan hidup pada
waktu kelaparan. Demikian pula, para prajurit yang menetap
di kepulauan Polinesia selama perang dunia II dianjurkan
untuk mengkonsumsi buah mengkudu untuk menambah kekuatan dan
tenaga.
Zat Pewarna
Kulit akar tanaman mengkudu mengandung zat pewarna (merah),
yang diberi nama morindon dan morindin. |